Headlines News :

Muammar Khadafi - Diktator Libiya

Written By T Noval Ariandi on Minggu, 10 Juni 2012 | 02.55

Muammar Abu Minyar al-Qaddafi atau Muammar Khadafi, lahir di Surt, Tripolitania, 7 Juni 1942, Khadafi besar dalam angin padang pasir yang keras. Dia lahir di suatu tenda Badui, di gurun pasir dekat Kota Sirt, pada 1942. Dia berasal dari suku kecil turunan Berber Arab, yaitu Khadafa. Tumbuh saat dunia Arab sedang bergolak, Khadafi tampaknya menyerap semua konflik itu ke jagad kecilnya. Di Palestina, konflik berlarat-larat setelah Yahudi membentuk negara Israel pada 1948. Dia juga larut dalam gelora nasionalisme Arab, yang diteriakkan pemimpin Mesir Gammal Abdul Nasser, pada 1952.

Muammar khadafi, diktator, libya, biografi, pemimpinMuammar khadafi, diktator, libya, biografi, pemimpin
Tumbuh saat dunia Arab sedang bergolak, Khadafi tampaknya menyerap semua konflik itu ke jagad kecilnya. Di Palestina, konflik berlarat-larat setelah Yahudi membentuk negara Israel pada 1948. Dia juga larut dalam gelora nasionalisme Arab, yang diteriakkan pemimpin Mesir Gammal Abdul Nasser, pada 1952.

Bersekolah di madrasah setempat, Khadafi kecil telah menaruh minat besar pada sejarah. Selesai menjalani pendidikan lanjut, Khadafi terjun ke dunia militer. Di Libya pada saat itu, menjadi tentara adalah peluang emas memperbaiki taraf hidup bagi keluarga kurang mampu. Itu sebabnya, masuk militer adalah pilihan bagi anak-anak muda miskin seperti Khadafi.

Pada 1961, Khadafi masuk ke akademi militer. Dia lulus lima tahun kemudian. Dianggap punya prospek cemerlang, Khadafi terpilih ikut pendidikan militer lanjutan selama beberapa bulan di Akademi Militer Inggris, Sandhurst. Dia pun menerima pelatihan militer di Athena, Yunani. Sebagai perwira muda, Khadafi malu melihat negara Arab, yaitu Mesir, Suriah, dan Yordania, kalah perang dengan Israel di tiga front pada 1967. Dia kian geram, karena Raja Idris I dari Libya, hanya berpangku tangan melihat sesama bangsa Arab dipermalukan Israel dalam Perang Enam Hari.

Peluang itu tiba pada 1 September 1969. Saat itu, Raja Idris sedang ke Yunani untuk berobat. Muncul kabar, karena sering sakit-sakitan, Raja Idris akan lengser. Dia menyerahkan kekuasaan kepada keponakannya, yang menjadi putra mahkota, Sayyid Hasan ar-Rida al-Mahdi as-Sanusi, atau Hasan as-Sanusi. Tanggal penyerahaan tahta dari Raja Idris kepada Pangeran Hassan berlangsung pada 2 September 1969. Sehari sebelum ritual penyerahan tahta, saat Idris masih di luar negeri, Khadafi bergerak. Dia mengumumkan di radio, Libya berada di tangan Dewan Revolusi yang akan menyelamatkan negara dari kekosongan kekuasaan.

Junta militer pimpinan Khadafi lalu menangkap kepala staf militer dan kepala keamanan, yang setia dengan Raja Idris. Sang Raja terhenyak. Dia tak bisa lagi pulang, hingga wafat di Mesir pada 1983. Stasiun berita BBC menceritakan bagaimana Khadafi, perwira 27 tahun namun telah berpangkat kolonel, secara cemerlang melakukan kudeta tak berdarah. "Kudeta itu hanya memuntahkan beberapa peluru," tulis BBC.

Nasib calon raja yang batal, Hasan as-Sanusi lebih buruk. Dia menjadi tahanan rumah, dan sempat dipenjara selama tiga tahun pada 1971. Hasan dan keluarga diusir dari rumah mereka pada 1984. Hasan harus menggelandang di pantai, hingga diserang stroke. Khadafi mengizinkannya berobat ke London, Inggris. Hasan pun meninggal di sana. Dia dikuburkan di sebelah makam Raja Idris, di Madinah, Arab Saudi.

Setelah menyingkirkan kekuatan lama, pada awal berkuasa, rezim Khadafi melakukan perubahan besar. Kerajaan Libya dibubarkan. Dia lalu membentuk Republik Sosialis Arab, dengan nama resmi Republik Rakyat Sosialis Agung Jamahiriya Arab Libya.

Bendera nasional pun diganti, dari gabungan warna merah, hitam, dan hijau, dengan lambang bintang dan bulan sabit di tengah-tengah, menjadi warna hijau polos.

Khadafi pun tak menyatakan diri sebagai presiden atau raja. Dia menabalkan dirinya seorang “brother leader”, dan sang pemandu revolusi. Dia sempat menjabat perdana menteri selama 1970-1972. Sebagai pemimpin belia, Khadafi menunjukkan kepada bangsa Arab, perubahan radikal sedang bergerak di Libya.


Sistem pemerintahan Libya dirombak. Menurut kajian Library of Congress pada 1987 berjudul "Government and Politics of Libya", Libya dipimpin dua pilar utama, yang disebut dengan sektor. Salah satu pilar, yaitu "Sektor Revolusioner," terdiri dari Khadafi sebagai pemimpin Revolusi, Komite Revolusi, dan Dewan Komando Revolusi, yang beranggotakan 12 orang. Mereka inilah inti kekuasaan di Libya karena para komite dan dewan tidak dipilih, melainkan ditunjuk, serta tak ada masa bakti.

Pilar lain adalah “Sektor Jamahiriyah”, adalah Kongres Rakyat mewakili 1.500 wilayah, dan 32 anggota Kongres Rakyat Sha'biyat. Mereka dilihat sebagai lembaga legislatif. Para anggotanya dipilih setiap empat tahun. Sejak 1972, rezim Khadafi melarang partai politik. Media massa nasional pun dibelenggu agar tidak "menyesatkan" rakyat dengan pemberitaan kritis kepada pemerintah. Seperti Mao Zedong di China pada 1960an, Khadafi pada 1975 menerbitkan buku panduan ideologi bagi pejabat dan rakyat Libya. Dia menyebutkan sebagai "Kitab Hijau" (Green Book).

Terbit dalam bahasa Arab, Kitab Hijau menjabarkan tiga paham dasar, yaitu "Demokrasi berdasarkan Kekuasaan Rakyat," "Ekonomi Sosialisme" dan "Teori Internasional Ketiga." Paham itu lalu menjadi panduan bagi sistem demokrasi ala Khadafi, sekaligus panduan politik luar negeri Libya yang mengundang kontroversi. “Kitab Hijau” menolak demokrasi liberal ala Barat, dan mendorong sistem demokrasi langsung berdasarkan pembentukan komite-komite rakyat. Belakangan, sistem ini dikritik sebagai cara Khadafi mengamankan kepentingannya di balik jargon memberdayakan rakyat Libya.

Sikap anti Barat-nya kental. Dia menjadi sponsor gerakan anti imperialisme dan zionisme. Pada dekade 70an hingga 90an, Libya bahkan menjadi kawah pelatihan bagi kelompok radikal seperti Brigade Merah dari Jepang, "September Hitam" dari Palestina, MILF dari Filipina, dan IRA dari Irlandia Utara.

Mimpinya tentang Arab bersatu dipengaruhi gagasan Nasser. Khadafi berniat meneruskan Pan Arabisme yang dirintis presiden pertama Mesir itu. Maka, dua tahun setelah Nasser wafat pada 18 September 1970, Khadafi menggagas pendirian "Federasi Republik-republik Arab," meliputi Libya, Mesir, dan Suriah. Tapi ide itu gagal. Dia mencoba lagi pada 1972, dengan menggandeng Tunisia, tapi usaha itu kempis.

Ironisnya, gagasan itu berlawanan dengan tabiatnya yang suka berkelahi dengan tetangga. Misalnya, pada 1969, tak lama setelah dia berkuasa, Libya berperang dengan Chad. Menurut Gérard Prunier, penulis buku Darfur: a 21st century genocide, alasannya saat itu tak masuk akal: gara-gara presiden Chad saat itu seorang Kristen, dan berkulit hitam. Perang Libya-Chad berakhir pada 1994, melalui keputusan Mahkamah Pengadilan Internasional.

Selain itu, Libya pun sempat baku tembak dengan Mesir selama beberapa hari pada 1977. Soalnya, Khadafi kesal dengan manuver Presiden Mesir saat itu, Anwar Sadat, yang berdamai dengan Israel, setelah keduanya terlibat Perang pada Oktober 1973. Khadafi memang anti-Israel. Dia bahkan jengkel dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) pimpinan Yasser Arrafat. Pada 1995, Khadafi mengusir 30.000 warga Palestina dari Libya, setelah setahun sebelumnya PLO menggelar kesepakatan damai dengan Israel.

Khadafi juga berang dengan Mesir, karena melindungi dua perwira Libya pelaku rencana kudeta atas dirinya pada 1975. Konflik Libya-Mesir yang berlangsung empat hari akhirnya berakhir, setelah ditengahi oleh Aljazair. Dengan politik yang keras seperti itu Libya di bawah Khadafi akhirnya menjadi sorotan. Dia dibenci Barat karena mensponsori kelompok teroris. Dia dicap menjadi rezim berbahaya, karena diketahui mengembangkan senjata penghancur massal untuk menandingi musuhnya di Barat.

Maka, tak heran Presiden AS, Ronald Reagan, menjuluki dia sebagai "anjing gila", yang membuat Reagan menghujani Tripoli dan Benghazi dengan serangan bom pada 14 April 1986. Serangan itu terjadi setelah agen-agen Libya diketahui meledakkan suatu klab malam di Berlin, Jerman, pada 5 April 1986. Insiden itu membunuh tiga orang, dan melukai 229 lainnya - lebih dari 50 orang diantaranya tentara Amerika.

Dua tahun kemudian, terjadi tragedi peledakkan atas pesawat Pan American yang terbang di langit Lockerbie, Skotlandia. Ratusan penumpang dan awak pesawat tewas. Agen Libya dituduh terlibat dalam aksi keji itu. Setelah sempat menyangkal, rezim Khadafi belakangan menerima tanggungjawab tragedi di Lockerbie, dan bersedia membayar uang duka kepada keluarga semua korban.

Menurut catatan harian Telegraph, Tragedi Lockerbie tampaknya "petualangan terakhir" Khadafi dalam terorisme internasional. Pada dekade 1990-an, Libya mulai rujuk dengan Barat. Dia rupanya tak tahan hidup, terisolasi, dan banyak musuh, baik dari Barat maupun Arab.

Puncaknya pada 2003, saat Khadafi melucuti semua senjata penghancur massal milik Libya. Sejak saat itu, hubungan Libya membaik, termasuk dengan AS. Bahkan semasa George W. Bush berkuasa, pada 2006 AS mengumumkan Libya tak lagi masuk daftar negara berbahaya. Proyek dan invetasi asing pun mulai mengalir kembali ke Libya.

Hingga Februari 2011, sebenarnya tak ada lagi berita sensasional tentang Khadafi, dan rezimnya. Dia sepertinya tak mau cari gara-gara dengan dunia luar. Khadafi bahkan sesekali diundang ke Barat, dan berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada 2009.

Khadafi pun akrab dengan mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair. Dia dikabarkan tak lagi tertarik pada nasionalisme Arab - setelah beberapa kali gagal mewujudkan persatuan Arab. Kini, perhatiannya pada solidarisme sesama negara Afrika. Itu sebabnya, sejumlah pemimpin Afrika mengangkat Khadafi sebagai Ketua Uni Afrika periode 2009-2010.

Khadafi kini berusia 68 tahun, dan kian nyentrik. Dia, misalnya, tinggal di tenda setiap kali berkunjung ke luar negeri, dan senang dikelilingi banyak perempuan. Khadafi lebih suka dikawal pasukan khusus perempuan.

Pada satu lawatan ke Italia beberapa tahun lalu, Khadafi menjamu ratusan perempuan setempat. Dia membujuk mereka menjadi mualaf. Laman spesialis pembocor rahasia diplomatik AS, WikiLeaks, juga mengungkapkan Khadafi punya perawat perempuan asal Ukraina, bertubuh seksi, dan berambut pirang.

Wartawati senior BBC, Katie Adie, selalu teringat sifat nyentrik Khadafi. Saat bertemu untuk wawancara di Tripoli pada 1984, Khadafi memberi Adie dua buah buku, dan satu ucapan. "Buku pertama adalah Kitab Hijau, dan kedua adalah Kitab Suci Al Quran. Setelah itu, dia berucap kepada saya, 'Selamat Natal'," kata Adie seperti ditulisnya di harian The Guardian.

Bagi aktivis di Libya, seperti Mohammed al-Abdalla, Khadafi adalah diktator yang brutal. "Era 70-an, saat menghadapi gerakan mahasiswa, Khadafi terang-terangan menggantung para mahasiswa, yang berdemonstrasi di alun-alun Tripoli dan Benghazi," ujar al-Abdalla, sekrektaris jenderal Front Nasional untuk Keselamatan Libya, seperti dikutip stasiun berita Al Jazeera.

"Dia melakukan eksekusi, yang mungkin paling brutal pernah kami saksikan, atas 1.200 tahanan di penjara Abu Salim. Mereka sudah dipenjara, lalu dieksekusi dalam waktu kurang dari tiga jam," kata al-Abdalla. Kini, si kolonel tanpa urat takut, dan kadang ngawur itu, kembali tampil brutal. Sejak 15 Februari lalu, dia menghabisi rakyat yang kini menentangnya. Akankah dia mendengar teriakan rakyat Libya itu?

Satu bekas menterinya yang membelot, Abdul Fattah Younis al Abidi, mengatakan Khadafi adalah pemimpin 'keras kepala'. Abidi mengenal Khadafi sejak 1964. Dia yakin, sang kolonel akan bertindak ekstrim. "Dia akan memilih bunuh diri, atau dibunuh," kata Abidi.

Dalam bangunan Spring Arab bulan Februari 2011, sebuah gerakan demonstrasi menentang Gaddafi menyebar di seluruh negeri. Gaddafi menanggapi dengan mengirimkan militer dan pria bersenjata berpakaian preman di jalan-jalan untuk menyerang demonstran, namun banyak pihak diaktifkan. Gaddafi meninggalkan perang saudara. Pada 23 Agustus 2011, Gaddafi kehilangan kendali Tripoli ketika para pemberontak menangkap loyalisnya di Bab Al-Azizia. Pasukan loyalis Gaddafi berperang di lokasi yang terbatas.

Dia menghadapi penuntutan oleh Pengadilan Pidana Internasional yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Miliaran dolar asetnya telah dibekukan di seluruh dunia.
dan akhirnya dia tewas di tembak mati oleh demonstran anti Khadafi

Membuat Sliding Login/Register Form Panel di Blog

Cara Membuat Sliding Login/Register Form Panel di Blog. Bagi sobat yang pengen mempercantik blognya dengan menu register buat pengunjung setia-setianya, nih Blogging is My Life kali ini akan share mengenai Cara Membuat Sliding Login/Register Form Panel di Blog.



Register disini maksudnya yaitu agar pengunjung blog sobat bila ingin ikut menuliskan pengetahuan mereka di blog kita agar lebih mudah. Karena klo untuk login di blogger kan tidak semuanya yang memiliki akun di blogger.

untuk screen shootnya dibawah ini sob.


Gimana apakah sobat tertarik???
ya klo tertarik tak share caranya nih, tp klo kagak yaaaa... cari artikel yang lain dulu deh, jangan buru ninggalin blog ini wkwkwkwkwkwkwkw

Cara Membuat Sliding Login/Register Form Panel di Blog
1. login blog
2. buka menu rancangan >> edit HTML (centang "Expand Template Widget")
3. cari kode ]]></b:skin>
4. letakkan kode dibawah ini tepat diatas kode ]]></b:skin>
/***** clearfix *****/
.clear {clear: both;height: 0;line-height: 0;}
.clearfix:after {content: ".";display: block;height: 0;clear: both;visibility: hidden;}
.clearfix {display: inline-block;}
/* Hides from IE-mac \*/
* html .clearfix {height: 1%;}
.clearfix {display: block;}
/* End hide from IE-mac */
.clearfix {height: 1%;}
.clearfix {display: block;}


/* Panel Tab/button */
.tab {
background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/tab_b.png) repeat-x 0 0;
height: 42px;
position: relative;
top: 0;
z-index: 999;
}


.tab ul.login {
display: block;
position: relative;
float: right;
clear: right;
height: 42px;
width: auto;
font-weight: bold;
line-height: 42px;
margin: 0;
right: 150px;
color: white;
font-size: 80%;
text-align: center;
}


.tab ul.login li.left {
background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/tab_l.png) no-repeat left 0;
height: 42px;
width: 30px;
padding: 0;
margin: 0;
display: block;
float: left;
}


.tab ul.login li.right {
background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/tab_r.png) no-repeat left 0;
height: 42px;
width: 30px;
padding: 0;
margin: 0;
display: block;
float: left;
}


.tab ul.login li {
text-align: left;
padding: 0 6px;
display: block;
float: left;
height: 42px;
background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/tab_m.png) repeat-x 0 0;
}


.tab ul.login li a {
color: #15ADFF;
}


.tab ul.login li a:hover {
color: white;
}


.tab .sep {color:#414141}


.tab a.open, .tab a.close {
height: 20px;
line-height: 20px !important;
padding-left: 30px !important;
cursor: pointer;
display: block;
width: 100px;
position: relative;
top: 11px;
}


.tab a.open {background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/bt_open.png) no-repeat left 0;}
.tab a.close {background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/bt_close.png) no-repeat left 0;}
.tab a:hover.open {background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/bt_open.png) no-repeat left -19px;}
.tab a:hover.close {background: url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/css/../images/bt_close.png) no-repeat left -19px;}


/* sliding panel */
#toppanel {
position: absolute;
top: 0;
width: 100%;
z-index: 999;
text-align: center;
margin-left: auto;
margin-right: auto;
}


#panel {
width: 100%;
height: 270px;
color: #999999;
background: #272727;
overflow: hidden;
position: relative;
z-index: 3;
display: none;
}


#panel h1 {
font-size: 1.6em;
padding: 5px 0 10px;
margin: 0;
color: white;
}


#panel h2{
font-size: 1.2em;
padding: 10px 0 5px;
margin: 0;
color: white;
}


#panel p {
margin: 5px 0;
padding: 0;
}


#panel a {
text-decoration: none;
color: #15ADFF;
}


#panel a:hover {
color: white;
}


#panel a-lost-pwd {
display: block;
float: left;
}


#panel .content {
width: 960px;
margin: 0 auto;
padding-top: 15px;
text-align: left;
font-size: 0.85em;
}


#panel .content .left {
width: 280px;
float: left;
padding: 0 15px;
border-left: 1px solid #333;
}


#panel .content .right {
border-right: 1px solid #333;
}


#panel .content form {
margin: 0 0 10px 0;
}


#panel .content label {
float: left;
padding-top: 8px;
clear: both;
width: 280px;
display: block;
}


#panel .content input.field {
border: 1px #1A1A1A solid;
background: #414141;
margin-right: 5px;
margin-top: 4px;
width: 200px;
color: white;
height: 16px;
}


#panel .content input:focus.field {
background: #545454;
}


/* BUTTONS */
/* Login and Register buttons */
#panel .content input.bt_login,
#panel .content input.bt_register {
display: block;
float: left;
clear: left;
height: 24px;
text-align: center;
cursor: pointer;
border: none;
font-weight: bold;
margin: 10px 0;
}


#panel .content input.bt_login {
width: 74px;
background: transparent url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/bt_login.png) no-repeat 0 0;
}


#panel .content input.bt_register {
width: 94px;
color: white;
background: transparent url(http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/images/bt_register.png) no-repeat 0 0;
}


#panel .lost-pwd {
display: block;
float:left;
clear: right;
padding: 15px 5px 0;
font-size: 0.95em;
text-decoration: underline;
}
5. lalu letakkan kode dibawah ini tepat dibawah kode ]]></b:skin>


<script src='http://web-kreation.com/demos/Sliding_login_panel_jquery/js/jquery-1.3.2.min.js' type='text/javascript'/><script style='display:none' type='text/javascript'>$(document).ready(function() {


// Expand Panel
$(&quot;#open&quot;).click(function(){
$(&quot;div#panel&quot;).slideDown(&quot;slow&quot;);
});


// Collapse Panel
$(&quot;#close&quot;).click(function(){
$(&quot;div#panel&quot;).slideUp(&quot;slow&quot;);
});


// Switch buttons from &quot;Log In | Register&quot; to &quot;Close Panel&quot; on click
$(&quot;#toggle a&quot;).click(function () {
$(&quot;#toggle a&quot;).toggle();
});


});
</script>

6. lalu cari kode </body>
7. letakkan kode dibawah ini tepat diatasnya
<!-- Login -->
<div id='toppanel'>
<div id='panel'>
<div class='content clearfix'>
<div class='left'>
<h1>Welcome In Blogging Is My Life</h1>
<h2>Contoh Sliding Login Dengan JQuery</h2>
<p class='grey'>Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member</p>
<h2>Tutorial Blog</h2>
<p class='grey'>Untuk membuatnya Silahkan : <a href='http://vikrymadz.blogspot.com' title='Download'>Klik Disini</a></p>
</div>


<div class='left'>
<form action='#' class='clearfix' method='post'>
<h1 class='padlock'>Member Login</h1>
<label class='grey' for='log'>Username:</label>
<input class='field' id='log' name='log' size='23' type='text' value=''/>
<label class='grey' for='pwd'>Password:</label>
<input class='field' id='pwd' name='pwd' size='23' type='password'/>
<label><input checked='checked' id='rememberme' name='rememberme' type='checkbox' value='forever'/> Remember me</label>
<div class='clear'/>
<input class='bt_login' name='submit' type='submit' value='Login'/>
<a class='lost-pwd' href='#'>Lost your password?</a>


</form>
</div>
<div class='left right'>
<form action='#' method='post'>
<h1>Not a member yet? Sign Up!</h1>
<label class='grey' for='signup'>Username:</label>
<input class='field' id='signup' name='signup' size='23' type='text' value=''/>
<label class='grey' for='email'>Email:</label>
<input class='field' id='email' name='email' size='23' type='text'/>
<label>A password will be e-mailed to you.</label>
<input class='bt_register' name='submit' type='submit' value='Register'/>
</form>
</div>


</div>
</div>
<!-- /login -->
<!-- The tab on top -->
<div class='tab'>
<ul class='login'>
<li class='left'/>
<li>Halo Semuanya</li>
<li class='sep'>|</li>
<li id='toggle'>
<a class='open' href='#' id='open'>Masuk | Daftar</a>
<a class='close' href='#' id='close' style='display: none;'>Tutup Panel</a>
</li>


<li class='right'/>
</ul>
</div>
<!-- / top -->
</div>
<!-- panel -->
Perhatikan kode diatas yang diberi warna Merah dan Biru, gantilah tulisan tersebut sesuai keinginan sobat.
8. simpan dan lihat hasilnya

Sekian dari saya mengenai Cara Membuat Sliding Login/Register Form Panel di Blog. semoga bisa bermanfaat bagi sobat.

Indonesia Belum Peroleh Dana 500 Juta Dolar

PERTEMUAN BIDANG KESEHATAN: Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan (kedua kanan) dan Plt Menteri Kesehatan, Ali Gufron Mukti (kanan) berbincang dengan perwakilan WHO ketika menghadiri pertemuan konsultasi bidang kesehatan di Jimbaran, Bali, Jumat (8/6). Kegiatan dua hari itu untuk membangun komunikasi multisektoral tentang berbagai hal terkait kesehatan masyarakat. ( ant )
Jimbaran ( Berita ) : Indonesia belum mendapatkan dana pengelolaan kesehatan lingkungan dari badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 500 juta dolar AS.
“Anggaran dari kerja sama pengelolaan kesehatan lingkungan itu tidak sedikit, yakni mencapai 500 juta dolar AS,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di sela-sela acara konsultasi untuk berbagi informasi multisektoral dalam pengelolaan risiko kesehatan masyarakat yang dilaksanakan WHO, di Jimbaran, Bali, Jumat [08/06].
Dia menilai, namun sayang negara ini tidak dapat menangkap peluang itu dengan cerdas sehingga dana tersebut selalu  disalurkan ke negara tetangga ASEAN lainnya, seperti Kamboja dan Singapura. “Kita belum dapat karena tidak terlalu cerdas, padahal penduduk Indonesia sangatlah banyak,” ujar Menhut.
Zulkifli mengatakan, sektor kehutanan sangat menentukan di bidang kesehatan, bayangkan jika hutan dan habibat satwa rusak.
Apabila hutannya rusak maka airnyapun akan tercemar, gambutnya rusak pernafasan terganggu, apalagi jika terbakar akibatnya luar bisa.  ”Hulunya kesehatan ada di sektor kehutanan, baru turunannya yang menyebabkan penyakit,” ucapnya. Menurut Zulkifli, hutan menawarkan obat-obatan yang dapat bermanfaat bagi kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Tanah Air.[]

Sumber: http://beritasore.com

MARTIR (Mahasiswa Restorasi Teladan Intelektual Rakyat)

Written By T Noval Ariandi on Sabtu, 09 Juni 2012 | 07.52

Setengah abad lalu Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, Tan Malaka kerap meneriakkan: “Merdeka atau Mati!” Itulah gelora dan semangat revolusi kaum muda terpelajar. Indonesia dan rakyatnya pun merdeka dan terbebas dari bekapan kolonialisme.
Di mana-mana, kaum muda terpelajar berpikiran maju, selalu di depan. Mereka kekuatan perubahan bagi bangsanya. Sebagaimana dicatat sejarah dengan tinta emas, kaum muda senantiasa terlibat dalam proses membangun Indonesia dalam figura cita-cita kemerdekaan.
Bahkan dunia jadi saksi, bagaimana mahasiswa kita memadukan tenaga dan pikirannya untuk gerak perubahan. Kapan perubahan di negeri ini tidak melibatkan kaum muda? Dalam gerakan 1928, 1945, 1966, hingga 1998 kemarin, kaum muda dan mahasiswa selalu berada di tengah gelanggang.
Masyarakat yang berabad-abad ditindas penjajah, dibebaskan kaum muda. Rezim korup dan otoriter juga didongkel mereka. Mahasiswa itu pejuang sekaligus pemikir. Berjuang dengan strategi dan taktik berbasis ilmu pengetahuan. Komitmen moral dan intelektualnya bukan untuk dijadikan sekrup kekuasaan yang zalim pada rakyatnya.
Tapi sekarang, bangsa ini sedang gelisah. Ibu pertiwi masih saja menangis. Cita-cita proklamasi masih jauh panggang dari api. Kenapa?
Benar, kondisi kita hari ini belum dapat disebut “baik”. Kehidupan politik kita begitu memprihatinkan. Alam kebebasan tercipta berkat perjuangan mahasiswa, tapi praktik politik kaum elit negara dan parpol tak lebih dari lakon sinetron yang menggelikan.
Amanat Reformasi 1998 yang memimpikan praktik politik yang mencerdaskan, fair, dan benar-benar demokratis, dikorupsi politik pencitraan yang membodohkan bangsa ini. Demokrasi langsung yang dipraktikkan di daerah-daerah malah melahirkan dinasti politik baru.
Begitu pula kehidupan ekonomi kita. Adakah ke sejahteraan merata bagi rakyat? Adakah keamanan dan ketentraman telah dirasakan bersama? Juga, harkat dan wibawa bangsa dan negara kita anjlok di mata bangsa lain.
Martabat begitu terhormat pernah kita sandang di bawah kepemimpinan sang proklamator, Bung Karno. Tapi sekarang, itu seperti musnah ditelan tsunami korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Maka, organisasi mahasiswa yang mengusung spirit patrio tisme dan ideologi Marhaenis me punya tugas khusus; me negakkan kembali martabat dan wibawa bangsa. Inilah perjuangan kita hari ini.
Tapi itu bukanlah perjuangan sektarian, hanya untuk golongan atau wilayah tertentu. Perjuangan ini universal, untuk dunia yang lebih baik.
Tak ada lain bagi kita kecuali ambil bagian dalam gerakan perubahan. Ikhtiar berpikir dan berbuat semata diperuntukkan bagi terbebasnya Indonesia dari belenggu korupsi dan ketergantungan. Mendorong dan mempercepat perubahan mentalitas dari inlander dan bermuka dua jadi manusia berdikari dan sepenuhnya merdeka.
Kaum muda dan mahasiswa tentu bukan dewa penolong atau nabi yang turun ke bumi. Me lainkan bagian dari sejarah pergerakan nasional, yang tumbuh bersama gerakan perubahan, hidup-mati bersama zamannya.
Perubahan tentunya tidak terwujud hanya dengan kekuatan mahasiswa semata. Wajib bagi gerakan mahasiswa patriotik untuk bernaung di bawah kepemimpinan organisasi yang lebih besar dan mumpuni. Menjadi tulang-tulang rawan yang melapisi persendian tulang keras kekuatan perubahan.
Kita berjuang untuk sebuah negara yang lebih baik, menyejahterakan dan mengayomi warganya. Bukan negara yang bukan lagi milik warganya; bukan negara yang tidak melindungi warganya; bukan negara yang tak adil menimbang hukum.[ ]

Sumber: http://www.prioritasnews.com

Bung Hatta: Kolektivitas Tua Dan Baru

Cita-cita kolektivisme seperti yang dianjurkan oleh Pendidikan Nasional Indonesia mudah dipahamkan oleh rakyat kita, karena ia berakar dalam masyarakat asli Indonesia. Sampai sekarang ia tidak luput dari kalbu rakyat. Dalam kota-kota, dimana sudah timbul perburuhan, bangun persekutuan seperti dahulu itu tidak begitu kentara lagi, akan tetapi didesa-desa, dimana pengaruh modernisme belum masuk, keadaan itu dapat dipersaksikan dengan nyata. Dan masyarakat Indonesia sebagian yang terbesar masih terhitung desa.

Tanda-tanda kolektivisme itu tampak pertama kali pada sifat “tolong-menolong”. Dalam segala usahanya dan dalam caranya ia mempergunakan tenaganya orang desa masih menyangka dirinya sebagai satu anggota dari pada kaum. Kalau seseorang hendak memperbuat rumah, maka ia dapat mengharapkan pertolongan dari orang lain sama sedesa. Demikian juga kalau ia hendak mengerjakan sawahnya. Senantiasa ia beroleh bantuan. Disini tidak ada upah. Cukuplah kalau usaha dan jerih bersama itu disudahi dengan santapan bersama. Demikian juga kalau seseorang di desa ditimpa bahaya kematian. Bukan saja mayat sama dipikul ke kubur, juga perjamuan bersama turut menghiburkan hati yang rindu.

Demikianlah sifat “tolong-menolong” itu menjadi satu tiang daripada pergaulan hidup Indonesia. Dan sifat itu berpengaruh pula atas caranya orang-orang di desa mengurus beberapa hal yang bersangkut dengan kebutuhan mereka. Keputusan dengan mufakat!

Lebih jelas kelihatan tanda-tanda kolektivisme itu pada hak-milik atas tanah. Pergaulan hidup di desa pada mulanya tidak mengenal hak orang seorang atas tanah; tanah itu milik bersama.

Sekarang dimana-mana sudah kelihatan orang seorang mempunyai tanah. Hilangkah dengan itu hak-milik bersama tadi? Dipandang dengan sekejap mata memang begitu rupanya. Tetapi kalau diselediki dalam-dalam hak milik bersama itu tidak luput. Dimana tanah ditinggalkan oleh yang mengerjakannya, tanah itu jatuh kembali kepada kaum desa. Hak-milik bersama daripada kaum desa hidup kembali.

Menurut asasnya hak-milik bersama itu orang seorang boleh memakai tanah kepunyaan desa untuk dikerjakannya, asal saja tanah yang dimaksud itu belum lagi dipakai oleh orang lain. Hutan, sungai, bukit, dan tanah mati, semuanya itu desa yang empunya. Orang-orang di desa berhak mengambil buah kayu disana, memancing ikan dengan sesukanya. Dan kalau ada sebagian hutan atau tanah mati yang hendak ditanaminya, cukuplak kalau ia memberi tanda dengan panjang atau apapun juga. Bagi orang lain di desa ini sebagai tanda, bahwa tanah yang tersebut tidak boleh diganggunya atau dipakainya lagi. Dibawah atap hak-milik bersama orang seorang boleh mempunyai tanah buat dikerjakannya. Dan haknya atas tanah itu tetap selama ia mengerjakan tanah itu atau membuka perusahaan diatasnya. Dan kalau terbukti, bahwa ia tidak lagi memakai tanah itu, maka haknya hilang kembali dan tanah itu pulang menjadi hak milik desa.

Inilah dasarnya hak milik bersama atas tanah. Didalam lingkungan hak milik desa dapat diakui hak orang-seorang. Keadaan inilah, kalau kita kurang periksa, yang sering menimbulkan sangka-sangka, bahwa dimana-mana tempat sudah kelihatan milik orang seorang. Bertambah kembang rakyat di desa dan bertambah sesak penduduk negeri, bertambah hilang bukti-bukti yang orang meninggalkan tanah yang dikerjakannya, sehingga ia tetap mempunyai tanah itu. Hanya di daerah-daerah yang penduduknya amat jarang dan tanahnya amat luas, disana masih terdapat tanah yang ditinggalkan dan kembali kepada hak milik desa.

Satu soal yang penting berhubung dengan kolektivisme ialah caranya pembagian tanah yang diusahakan sebagai sawah dan ladang diantara penduduk desa.

Ada dua macam pembagian! Pertama, dan rupanya inilah macam yang paling tua, tanah yang ada dibagi diantara penduduk desa untuk beberapa waktu yang ditentukan lamanya. Jikalau waktu itu sudah lewat, maka diulang membagi kembali. Boleh jadi dalam waktu yang lewat itu penduduk desa sudah berubah susunan dan jumlahnya, sehingga bagian masing-masing pada pembagian yang baru tidak sama dengan pembagian yang lama. Bertambah banyak tambahan jumlah rakyat, bertambah sedikit bagian masing-masing pada tiap-tiap pembagian baru. Jadi menurut sistim pembagian ini saban sekian tahun diadakan pembagian tanah antara anggota-anggota kaum desa. Saban orang baru atau dewasa yang sudah mempunyai rumah tangga mendapat bagian pada tiap-tiap pembagian. Dengan jalan ini tidak ada penduduk yang tidak mendapat tanah untuk mendatangkan hasil bagi dia. Akan tetapi macam pembagian yang seperti ini semakin lama semakin hilang. Boleh jadi karena umat desa bertambah lama bertambah banyak, sehingga akhirnya masing-masing mendapat hanya sebidang kecil saja daripada tanah yang ada.

Kedua, tanah yang ada dibagi hanya satu kali saja diantara penduduk desa yang ada pada waktu itu. Kalau pembagian itu sudah langsung, maka masing-masing tetap mempunyai tanah yang diusahakannya itu sampai ia mati. Dan kalau ia sudah meninggal haknya atas mengerjakan tanah itu turun kepada ahli warisnya, seolah-olah tanah itu kepunyaan sendiri. Hanya kalau tanah itu tidak dikerjakannya lagi atau ditinggalkannya saja sampai beberapa lama, maka hak milik atas tanah itu pulang kembali kepada desa. Tanah itu dapat dibagi kembali atau dibagikann kepada orang lain. Alhasil orang yang datang kemudian atau sampai dewasa tidak lagi mendapat bagian sendiri, melainkan terpaksa menumpang atau turut makan dengan kaum keluarganya.

Siapa yang memperhatikan betul-betul kedua macam pembagian tanah itu diantara penduduk desa, dapat merasai keberatannya bagi waktu sekarang. Pembagian yang diadakan tiap-tiap sekian tahun ada adil rupanya buat zaman dahulu, tatkala rakyat belum begitu banyak, sedangkan tanah masih luas. Setelah rakyat bertambah banyak dan desa bertambah sesak, pembagian secara itu membawa kemunduran dalam penghidupan. Bagian masing-masing semakin lama semakin kecil. Oleh karena itu tiap-tiap orang yang beruntung mendapat bagian tanah yang subur berusaha dengan sepenuh-penuh daya upayanya untuk menarik hasil yang sebesar-besarnya dari pada tanah itu. Sering terjadi yang kesuburan tanah itu diperasnya sampai habis. Ini merugikan kepada orang yang menerima tanah itu sesudah dia! Inilah kesalahan yang melekat kepada sistem pembagian tiap-tiap sekian tahun.

Apakah pembagian yang dilakukan sekali saja, sehingga tiap-tiap orang yang sudah mendapat bagiannya tetap tingga pada tanahnya, lebih baik dari pada pembagian macam pertama? Juga pembagian macam yang kedua ini tidak sempurna bagi waktu sekarang. Bagi zaman dahulu, selagi tanah masih banyak yang kosong, pembagian yang seperti itu tidak membawa keberatan. Sebab orang baru atau yang sudah dewasa masih dapat memperoleh bagiannya daripada tanah mati yang belum diusahakan. Tapi sekarang hampir tidak ada lagi tanah yang kosong, sehingga orang yang datang kemudian tidak dapat tanah lagi atas nama sendiri, melainkan terpaksa menumpang. Pembagian seperti ini terasa tidak adil bagi mereka. Dan kalau penghidupan sudah terlalu berat di desa, orang yang tidak mendapat bagian tanah sering terpaksa meninggalkan desanya dan pergi mencari rezeki ke kota atau memburuh kemana saja. Boleh jadi pembagian yang seperti itu dapat bekerja sebagai rem terhadap kepada kelebihan manusi di desa, sebab mana yang berlebih lambat laun ditolak keluar. Tetapi perasaan tidak adil tetap melekat pada sistim pembagian ini.

Sekarang orang dapat merasai betapa pincang duduknya kolektivisme tua itu. Tapi dimana terletak kesalahannya dan apa yang menjadi sebab kepincangannya?

Ini tidak sukar menyelidikinya, kalau kita pahamkan apa yang dinamai kolektivisme. Kolektifisme artinya milik bersama dan usaha bersama. Milik bersama ada atas tanah, satu alat produksi yang terpenting dalam masyarakat kita. Tapi adakah usaha bersama? Ada yang menyerupai itu, seperti tolong-menolong. Bukti ini hanya merupai usaha bersama, tapi sebenar-sebenarnya bukan usaha bersama. Orang seorang yang jadi pangkal usaha dan yang lain hanya datang menolong, terdorong oleh perasaan solidaritet dalam desa tadi. Dan sifat kolektivisme bertentangan dengan keadaan yang orang seorang dijadikan pangkal perusahaan. Yang kemudian ini cocok dengan sistem individualisme atau individualisme yang dibatasi oleh koperasi.

Disanalah terletak kesalahan kolektifisme lama, sehingga sistemnya jadi pincang. Kolektivisme yang disilangi oleh sistem individual! Dan yang menjadi pokok kepincangan itu ialah pembagian tanah tadi diantara anggota-anggota kaum desa. Milik kolektif atas satu alat produksi (tanah) tidak mau dijalankan dengan pembagian, melainkan dengan usaha bersama! Berdasar kepada milik bersama atas tanah, maka haruslah tanah itu tidak dibagi-bagikan dahulu kepada tiap-tiap orang, melainkan terus diusahakan bersama atas tanah pimpinan mupakat. Kalau kolektivisme tua itu dibarui seperti ini, barulah sempurna rupanya dan susunnya. Kolektivisme tua itu terpakai dan sesuai dengan masyarakat kita dizaman dahulu berhubung dengan persekutuan-produksi pada waktu itu. Dengan alat yang ada usaha bersama tidak perlu, sedangkan orang pada waktu itu lagi mempunyai kecukupan untuk dirinya sendiri. Dengan berubahnya persekutuan-produksi, mestilah kolektivisme tua itu mengambil pasangan baru. Usaha individual dengan dibantu oleh orang lain mesti berubah menjadi usaha bersama.

Menilik kehendak zaman sekarang dan melihat kemelaratan dan kelemahan kaum tani kita karena perpecahan milik tanah yang tidak terhingga, maka kolektivisme barulah yang dapat menimbulkan perbaikan.

Zaman sekarang menyatakan kegoncangan dalam soal pertanian. Krisis yang bercabul begitu hebat sebagian besar adalah krisis pertanian. Alat kuno, seperti bajak dan lembu atau kuda, tidak lagi terpakai bagi pertanian. Mesin dan aktor maju kemuka dan menimbulkan revolusi dalam ekonomi tani. Alat-alat ini tidak dapat dipergunakan dengan beruntung pada sebidang tanah yang kecil seperti biasanya besar harta orang seorang. Alat-alat ini berkehendak akan tanah yang amat luas dan keadaan ini memaksa menimbulkan kolektivisasi dalam perusahaan tani. Dan dengan inilah pula baru dapat dimajukan rasionalisasi dengan perekonomian tani. Demikian mendesaknya keadaan krisis sekarang, sehingga otak ekonom-ekonom yang memakai cap “bugelijk” sudah mulai dihinggapi oleh cita-cita kolektivisasi bagi ekonomi tani.

Keadaan tidak kurang mendesak dalam masyarakat kita di Indonesia. Teknik penghasilan masih terlali kolot, sedangkan kemelaratan dan kelemahan kaum tani semakin hari semakin bertambah. Tani sendiri tidak berkuasa lagi atas padi yang ditanamnya. Padi masak, orang lain yang punya. Produksi tinggal ditangan bangsa kita, tetapi distribusi atau penjualan sudah ditangan bangsa asing. Bertambah banyak perpecahan produksi, bertambah kuasa kaum pembeli dan penjual, semangkin terikat ekonomi rakyat. Tambahan lagi, berhubung dengan sifat pergaulan dan persekutuan di desa, rakyat kita tidak mempunyai individualisme. Kekuatannya terletak pada kolektivisme. Supaya ia dapat maju dan melepaskan diri daripada ikatan ekonomi asing, haruslah masuk rasionalisasi ke dalam kolektivisme tadi. Dan kolektivisme baru itu dapat dicapai berangsur-angsur, dimulai dengan mengadakan Produksi-koperasi!

Dengan jalan ini dapat dimajukan teknik baru ke dalam pertanian Indonesia; ongkos masing-masing menjadi kurang dan produktivitas bertambah besar karena itu. Dengan jalan ini kaum tani yang berdiri sendiri-sendirinya terhadap penjualan hasil pertaniannya dapat menyusun persatuan dan memperkuar solidaritas. Dengan jalan ini mereka dapat menyusun perkakas distribusi sendiri dan dapat berpengaruh atas pasar barang-barang mereka. Dan dengan jalan ini tani Indonesia dapat merebut kembali nasibnya.

Menjalankan pekerjaan ini adalah satu pekerjaan yang berat. Kaum tani sendiri yang masih hidup dalam kegelapan tidak sanggup mencari jalan lepas sendirinya. Pimpinan dari pergerakan umum sangat perlu untuk membimbing ekonomi-tani kita melalui produksi koperasi sampai ke kolektivisme baru!

"Daulat Rakjat, No. 75, tgl. 10-10-1933".

Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda (Aceh, Banda Aceh, 1593 atau 1590[1] – Banda Aceh, Aceh, 27 September 1636) merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam.

Pada masa Sultan Iskandar muda merupakan masa kegemilangan Aceh. Dia tidak hanya mampu menyusun dan menetapkan berbagai konsep qanun (undang-undang dan peraturan) yang adil dan universal, tetapi juga telah mampu melaksanakan secara adil dan universal pula. Sultan Iskandar Muda adalah Raja yang memperhatikan Agama dalam kepemimpinan,pada zaman beliau telah melaksanakan usaha Dakwah mengikuti cara kerja Baginda Rosullah SAW. Terbukti masuknya islam kejawa di dakwahkan oleh orang Aceh.dan masih banyak Negara yang telah dimasuki usaha dakwah pada masa kerajaan sultan iskandar Muda. Sebagai seorang yang masih sangat muda menduduki tahta kerajaan (usia 18-19 tahun),kesuksesan Sultan Iskandar Muda sebagai penguasa Kerajaan Aceh Darussalam telah mendapat pengakuan bukan hanya dari rakyatnya, tetapi dari musuh-musuhnya dan bangsa asing di seluruh dunia.

Dari pihak leluhur ibu, Iskandar Muda adalah keturunan dari Raja Darul-Kamal, dan dari pihak leluhur ayah merupakan keturunan dari keluarga Raja Makota Alam. Darul-Kamal dan Makota Alam dikatakan dahulunya merupakan dua tempat pemukiman bertetangga (yang terpisah oleh sungai) dan yang gabungannya merupakan asal mula Aceh Darussalam. Iskandar Muda seorang diri mewakili kedua cabang itu, yang berhak sepenuhnya menuntut takhta.

Ibunya, bernama Putri Raja Indra Bangsa, yang juga dinamai Paduka Syah Alam, adalah anak dari Sultan Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ke-10; dimana sultan ini adalah putra dari Sultan Firman Syah, dan Sultan Firman Syah adalah anak atau cucu (menurut Djajadiningrat) Sultan Inayat Syah, Raja Darul-Kamal.

Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan upacara besar-besaran dengan Sultan Mansur Syah, putra dari Sultan Abdul-Jalil, dimana Abdul-Jalil adalah putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahhar, Sultan Aceh ke-3.

asa kekuasaan Sultan Iskandar Muda yang dimulai pada tahun 1607 sampai 1636, merupakan masa paling gemilang bagi Kesultanan Aceh, walaupun disisi lain kontrol ketat yang dilakukan oleh Iskandar Muda, menyebabkan banyak pemberontakan di kemudian hari setelah mangkatnya Sultan.

Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur pada masa kejayaannya. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak.

Ketika Iskandar Muda mulai berkuasa pada tahun 1607, ia segera melakukan ekspedisi angkatan laut yang menyebabkan ia mendapatkan kontrol yang efektif di daerah barat laut Indonesia. Kendali kerajaan terlaksana dengan lancar di semua pelabuhan penting di pantai barat Sumatra dan di pantai timur, sampai ke Asahan di selatan. Pelayaran penaklukannya dilancarkan sampai jauh ke Penang, di pantai timur Semenanjung Melayu, dan pedagang asing dipaksa untuk tunduk kepadanya. Kerajaannya kaya raya, dan menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Sumber : Wikipedia

3 Prajurit NATO Tewas di Serang Taliban

SERAMBINEWS.COM, AFGANISTAN - Empat prajurit asal Prancis yang tergabung dalam pasukan NATO tewas diserang pemberontak Taliban di Provinsi Kapisa, Afghanistan, sebuah distrik yang dikendalikan Prancis, Sabtu (9/6/2012).

Keempat prajurit yang tewas itu merupakan prajurit Prancis 'sqauadron' pertama yang tewas sejak Francois Hollande terpilih sebagai presiden.

ISAF tidak menjelaskan lebih rinci atas serangan yang menewaskan prajurit Prancis. Namun Ahmad Ahmadzai, juru bicara pemerintah Provinsi Kapisa menjelaskan bahwa serangan dilakukan para pejuang Taliban atas iring-iringan pasukan Prancis di wilayah tersebut.

Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahid kepada APF, mengatakan, seorang fedayeen (pengebom bunuh diri) meledakkan diri saat patroli infantri Prancis melintas dan menewaskan 12 prajurit.

Kekerasan terus terjadi di tanah Afganistan dan pasukan Taliban mengincar pasukan Afghanistan dan pasukan asing yang berjumlah 130.000 personil di negeri itu untuk dihabisi.(h)

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/

Internasional

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Search This Blog

World News

“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya itu. (Surat al-A'raaf: 96) "

Label 3

Label 6

Politik

Label 5

Label 4

News World

« »
« »
« »
Get this widget

Label 2

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. NewsKu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger